Pernahkah Anda merasa ada dorongan aneh untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya berbahaya atau tidak masuk akal, misalnya ingin meloncat dari tebing tinggi meskipun Anda tidak berniat bunuh diri? Jika iya, Anda sedang mengalami fenomena yang dikenal dengan istilah call of the void. Meski terdengar seram, call of the void adalah hal normal yang banyak dialami orang dan sebenarnya mempunyai alasan psikologis yang menarik untuk dipahami. Wikipedia Bahasa Indonesia
Apa Itu Call of the Void?
Call of the void adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari bahasa Perancis “l’appel du vide.” Istilah ini menggambarkan dorongan tiba-tiba untuk melakukan tindakan yang berbahaya atau impulsif, seperti ingin melompat dari tempat tinggi, menabrakkan mobil ke penghalang di jalan, atau hal beresiko lainnya. Fenomena ini tidak berarti seseorang ingin bunuh diri, melainkan sebuah perasaan aneh yang muncul secara spontan dan singkat.
Fenomena ini kerap muncul ketika seseorang berada di situasi yang berhubungan dengan ketinggian, tepi jurang, atau situasi berbahaya lain yang memicu pikiran untuk melakukan tindakan ekstrem. Walaupun terdengar mengerikan, call of the void sebenarnya cukup umum dialami banyak orang dan termasuk reaksi alami otak terhadap situasi tertentu.
Asal Usul Istilah Call of the Void
Istilah ini pertama kali populer di kalangan psikolog dan filsuf sejak abad ke-20. Ungkapan “l’appel du vide” berasal dari kata Prancis yang secara harafiah berarti “panggilan kekosongan” atau “panggilan dari kehampaan.” Istilah ini menggambarkan ketertarikan misterius pada jurang atau kekosongan yang memancing perasaan ingin ‘melompat’. Istilah ini kemudian diadopsi dalam literatur psikologi modern sebagai cara untuk menjelaskan dorongan impulsif yang sifatnya aneh dan mendadak.
Mengapa Call of the Void Terjadi?
Meski call of the void terdengar seperti dorongan berbahaya, fenomena ini memiliki penjelasan psikologis yang cukup rasional.
Reaksi Otak terhadap Situasi Berbahaya
Salah satu teori menjelaskan bahwa call of the void adalah hasil dari mekanisme alamiah otak dalam mengenali dan merespons bahaya. Saat berdiri di tepi tebing, otak otomatis menilai risiko dan potensi bahaya. Dorongan seperti “ingin melompat” sebenarnya adalah cara otak memastikan Anda sadar penuh terhadap risiko tersebut.
Dalam konteks ini, dorongan aneh tersebut bukan niat untuk melompat, melainkan semacam “peringatan internal” agar Anda semakin berhati-hati. Dorongan itu dianggap sebagai salah satu bentuk kesadaran yang menandakan kemampuan otak dalam mengenali bahaya dan bertindak proaktif untuk menghindarinya.
Dopamin dan Dorongan Impulsif
Selain itu, dorongan ini juga berkaitan dengan cara otak memproses dopamin, neurotransmitter yang berkaitan dengan kesenangan dan kontrol impuls. Saat Anda berada dalam situasi menegangkan dan penuh risiko, otak menghasilkan dorongan impulsif sebagai cara untuk mencari sensasi atau menguji batas keamanan. Call of the void bisa jadi adalah manifestasi dari proses ini, tapi biasanya dirasakan hanya sebentar dan tidak berlanjut ke tindakan nyata.
Call of the Void dalam Konteks Karir dan Kehidupan Sehari-hari
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa kaitan call of the void dengan dunia karir? Ternyata, fenomena ini tidak hanya muncul di situasi fisik berbahaya, tetapi juga dalam konteks pengambilan keputusan dan kehidupan profesional sehari-hari.
Contoh Call of the Void di Dunia Kerja
Dalam konteks pekerjaan, Anda mungkin mengalami dorongan serupa ketika menghadapi situasi yang berisiko tinggi atau penuh ketidakpastian. Misalnya, Anda merasa ingin langsung mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa punya rencana jelas, ingin mengirim email protes secara impulsif, atau bahkan tiba-tiba ingin mencoba karir yang jauh berbeda meskipun belum siap. Dorongan-dorongan ini mirip dengan call of the void—sensasi ingin ‘melompat’ dari zona nyaman atau keadaan saat ini. Look Makeup Wisuda: Panduan Lengkap untuk Tampil Cantik dan
Fenomena ini biasanya menunjukkan adanya pikir ulang atau evaluasi tidak sadar atas apa yang sedang Anda jalani. Ini bukan pertanda buruk, melainkan sinyal otak untuk mempertimbangkan kembali pilihan dan risiko yang sedang diambil. Penting untuk mengenali dorongan ini tanpa langsung bertindak impulsif, tapi gunakan sebagai kesempatan untuk refleksi diri.
Bagaimana Mengelola Dorongan Call of the Void di Tempat Kerja
Karena dorongan ini bersifat spontan dan singkat, cara terbaik untuk mengelolanya adalah dengan teknik sederhana seperti:
- Menenangkan diri – tarik napas dalam-dalam dan beri waktu otak merespons secara rasional.
- Mengenali penyebab – coba pahami apakah dorongan itu muncul karena stres, ketidakpuasan, atau rasa takut.
- Mengambil langkah kecil – daripada keputusan drastis, lakukan perubahan kecil yang bisa membantu meredakan stres atau ketidaknyamanan.
- Diskusi dengan orang terpercaya – kadang berbagi perasaan dapat membantu menurunkan intensitas dorongan tersebut.
Dengan cara ini, Anda dapat memakai pemahaman tentang call of the void sebagai alat untuk mengelola dorongan impulsif yang mungkin muncul saat menghadapi tantangan di dunia kerja.
Apakah Call of the Void Berbahaya?
Penting untuk ditekankan bahwa call of the void berbeda dengan niat bunuh diri atau gangguan mental serius lainnya. Dorongan ini biasanya hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti dengan rencana nyata untuk melakukan tindakan tersebut. Unisex Parfum Adalah: Panduan Lengkap Memahami dan Memilih
Namun, jika dorongan tersebut sering muncul dan menyebabkan kecemasan berlebihan atau perilaku berisiko, ada baiknya untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau konselor dapat membantu mengevaluasi kondisi mental dan memberikan strategi coping yang tepat.
Kapan Harus Waspada?
Anda harus lebih waspada jika dorongan call of the void diikuti dengan:
- Perasaan depresi atau putus asa yang terus-menerus
- Rencana atau pikiran serius untuk melukai diri sendiri
- Kehilangan minat pada pekerjaan, keluarga, dan aktivitas sehari-hari
Jika gejala-gejala ini muncul, segera hubungi tenaga ahli untuk mendapatkan bantuan medis dan psikologis.
Kesimpulan
Call of the void adalah fenomena psikologis yang menggambarkan dorongan impulsif untuk melakukan tindakan berbahaya meskipun tidak ada niatan serius dibaliknya. Fenomena ini cukup umum dan berkaitan dengan cara otak merespons situasi berbahaya atau menegangkan. Dalam konteks karir, call of the void bisa muncul sebagai dorongan tiba-tiba untuk mengambil keputusan drastis yang sebenarnya adalah sinyal untuk refleksi diri.
Mengenali dan memahami call of the void dapat membantu kita mengelola impuls dan membuat keputusan yang lebih bijak di berbagai aspek kehidupan. Namun, jika dorongan tersebut berulang dan mengganggu keseharian, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
FAQ tentang Call of the Void
1. Apakah call of the void berarti seseorang ingin bunuh diri?
Tidak. Call of the void adalah dorongan impulsif yang normal dan tidak berarti seseorang berniat bunuh diri. Dorongan ini biasanya singkat dan tidak diikuti dengan keinginan nyata untuk melakukan tindakan berbahaya.
2. Mengapa saya merasa ingin melakukan sesuatu yang berbahaya saat berada di tempat tinggi?
Perasaan ini adalah bagian dari call of the void. Otak Anda merespons situasi berbahaya dengan dorongan impulsif ini sebagai bentuk kesadaran atau peringatan agar tetap berhati-hati.
3. Bagaimana cara mengatasi dorongan call of the void agar tidak bertindak impulsif?
Anda bisa mengelola dorongan ini dengan menenangkan diri, memahami penyebabnya, berkomunikasi dengan orang terdekat, dan mengambil langkah kecil untuk mengurangi stres atau ketidaknyamanan.
4. Apakah call of the void berbahaya bagi kesehatan mental?
Kalau hanya sesekali muncul dan tidak menyebabkan perilaku berisiko, call of the void tidak berbahaya. Namun jika sering muncul dan mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan mental.
5. Bisakah call of the void terjadi dalam konteks karir atau pekerjaan?
Bisa. Dorongan impulsif mirip call of the void juga bisa muncul dalam konteks karir, misalnya keinginan tiba-tiba untuk resign atau mengambil keputusan drastis saat stres, yang sebenarnya merupakan sinyal untuk refleksi dan evaluasi diri.